Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan

Mengapa Perokok Menjadi Perokok

Tentu Anda akan bangga mengatakan jika Anda melewati ulang tahun tanpa rokok setelah selama ini sebagai seorang perokok.
Mengapa perokok Menjadi Perokok

"Istri saya melihat sebuah brosur," Sebuah Program CCS (Canadian Cancer Society’s) yang menawarkan kepada peserta terdaftar memiliki kesempatan untuk memenangkan mobil dan hadiah lain jika mereka bebas rokok selama satu bulan. "Hadiah itu bukan motivasi dalam diri Saya. Tapi saya berpikir bahwa karena saya berpikir untuk berhenti merokok pula, saya mungkin juga mendaftar. - Aleksandra Jokic"


Pada saat itu Jokic yang bekerja di sebuah kantor asuransi mobil, dia masih merokok dan khawatir bahwa dia mungkin "jatuh dari kereta lagi."


Usaha-usaha sebelumnya untuk berhenti sebenarnya berasal dari pengalaman dengan setiap keinginan yang pada akhirnya menjadi semakin membantu.


Hal ini telah terbukti benar untuk dirinya, kata Jokic. "Kukatakan pada diriku sendiri itu hanya satu batang rokok yang merugikan dan aku akan berhenti. Saya lakukan dan sekarang saya tidak merokok. Saya sudah melewati masa ngidam dan Saya tidak memikirkannya lagi. "


Ketika pertama kali berhenti tahun lalu, katanya, "Saya membaca brosur Program berulang seolah-olah seperti sebuah kitab suci. Saya merasa sangat membantu untuk membantu saya melalui perjuangan saya pada saat itu karena brosur itu diperkuat apa yang saya pikirkan dan memperkuat motivasi saya. Ketika saya tidak sekuat seperti yang saya diharapkan, saya kembali dan membacanya lagi."


"Pada dasarnya, ini masalah yang berhubungan dengan satu keinginan pada suatu waktu," kata Yves Decoste, dari program tembakau koordinator unit kesehatan. "Jika Anda dapat menangani keinginan, Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya. Selain bagian kecanduan, ada bagian kebiasaan. Merokok adalah bagian dari rutinitas sehari-hari seorang perokok. Jika Anda seorang perokok, Anda mengatitkannya dengan kopi pagi hari dengan memiliki rokok. Ketika orang-orang di kantor Anda istirahat, Anda meninggalkan mereka dan merokok. Saya melancarkan kampanye bukan untuk mencoba membuat orang untuk menghilangkan 'kebiasaan' istilah lain 'pilihan gaya hidup' dari setiap kalimat dimana rokok muncul," katanya.


Mereka kurang pemahaman lengkap satu alasan mengapa perokok menjadi perokok. Merokok dapat menjadi kecanduan sangat berat. Dari semua obat yang Anda dapat gunakan, nikotin memiliki tingkat tertinggi ketagihan. Umumnya, dibutuhkan tiga atau empat hari menghirup asap tembakau untuk memperkuat kecanduan. Setelah itu, otak struktur dan fungsi otak telah berubah dan untuk mempertahankan beberapa rasa keseimbangan batin Neurophysiological.


Ontario Medical Association presiden Dr Stewart Kennedy, seorang dokter keluarga di Thunder Bay, mencatat bahwa "berlawanan dengan mereka yang mengaku merokok hanya pilihan gaya hidup." Kita bisa mencoba untuk mencegah orang untuk tidak merokok, tapi jikabegitu ketagihan, berhenti sangat sulit. Keberhasilan berhenti dapat ditingkatkan dengan penggunaan obat-obatan rokok, seperti permen nikotin atau patch.


Kabar baiknya adalah bahwa tidak pernah terlambat untuk berhenti merokok. Banyak manfaat kesehatan dari berhenti merokok. Anda memperbaiki peredaran darah, kadar karbon monoksida dalam darah menurun, denyut jantung dan penurunan tekanan darah, dan risiko memiliki serangan jantung. Resiko penyakit selalu dikurangi dengan berhenti merokok.


Hampir tidak ada organ dalam tubuh yang tidak rusak akibat rokok, jadi kita tahu ada manfaat kesehatan yang mendalam yang akan diperoleh dari berhenti merokok.

http://life.nationalpost.com/2012/02/21/program-helps-smokers-break-free-of-tenacious-addiction/
Lanjutkan Membaca | comments

Tips Memberi Kritikan yang Efektif

Karena Saya suka mengkritik, makannya Saya mencari solusinya. Dan Dalam posting ini, Kita akan mencoba sama-sama belajar untuk menghindari masalah tentang bagaimana kita dapat memberikan kritik yang efektif.

Tips Memberi Kritikan yang Efektif

Mengkritik secepatnya

Hal ini awalnya mungkin terdengar agak aneh. Kita tahu bahwa kritik dapat mengakibatkan masalah, jadi mengapa maka kita harus secepatnya memberi mengkritik?

Nah ini, karena kritik sama seperti pujian. Pujian paling efektif jika disampaikan dekat dengan kejadian tersebut. Semakin awal kritik disampaikan, akan semakin efektif.

Penting untuk diingat untuk memisahkan emosi dari kritikan Anda dan memberikan kritik yang membangun untuk orang lain. Juga, ingat! untuk tidak mengkritik siapa pun di depan orang lain yang tidak mengetahui permasalahan Anda.

Mengontrol diri, Kritikan Anda harus lebih spesifik

Metode lain yang direkomendasikan dalam memberikan kritik yang efektif adalah untuk lebih spesifik.

Ketika Anda menjadi lebih spesifik, kritikan Anda secara alami akan menjadi lebih obyektif dan berkurangnya emosional. Hasilnya kata-kata menjadi lebih spesifik, singkat, padat, dan tidak menimbilkan kalimat "kotor" yang dapat terjadi akibat Anda tidak dapat mengontrol diri.

Harus Sesuai dengan Fakta
Aku mungkin salah, tapi mari kita periksa fakta-faktanya

Bila Anda mengkritik atau menuduh seseorang tentang sesuatu, penting bahwa Anda yakin dengan apa yang Anda bicarakan. Mungkin ada situasi di mana Anda mungkin tidak menyadari karena diri tidak kontrol.

Sebaiknya, Anda mengizinkan dan memberikan orang lain kesempatan untuk menjelaskan permasalahannya.

Ketika seseorang sedang mencoba untuk menjelaskan situasinya, bahasa tubuh Anda juga harus mencerminkan sikap terbuka terhadap penjelasan nya. Dari sini permasalahan akan menemukan jalan keluarnya.

Tetaplah Berfikir Positif

Ketika Anda harus mengkritik, cobalah untuk fokus pada hal-hal positif.

Sebelum Anda mengkritik, cobalah langkah sederhana ini:

Pikirkan bagian positif mengenai hal di mana Anda berniat untuk mengkritik sebelum Anda benar-benar mengungkapkannya. Anda akan menyadari, sering kali ada begitu banyak kebaikan yang terlewatkan.

Kesimpulannya, jika Anda harus mengkritik, berikan kritikan yang membangun dan efektif. Memberikan kritik yang membangun membantu untuk meningkatkan orang lain. Dengan kata lain Anda memberikan tanggapan yang berharga yang membantu orang lain untuk memperbaikinya.
Jangan lupa untuk memikirkan perasaan orang lain dalam semua urusan dan menyebarkan hal positif dimanapun Anda berada.(o_O)
Rating: 4.5
Lanjutkan Membaca | comments

Lebih Baik Menahan Diri

Beruntung sekali aku bisa melewati hari-hari sulit ditemani rasa percaya diri dan keinginan yang sama sulitnya untuk dikendalikan. Entah mengapa aku sangat sulit mengontrol keinginanku. Selalu merasa ingin cepat segera melakukan dan menyelesaikan keinginan itu. Padahal aku tahu sesuatu yang terburu-buru tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Sesuatu yang terburu-buru dan tidak direncanakan akan menimbulkan "bencana" bagi kita. Bahkan, yang sudah direncanakan dengan baik pun bisa dengan mudah gagal hanya karena tidak bisa menahan keinginan.

lebih baik menahan diri

Membiasakan "menahan diri" akan sangat baik hasilnya ketika kita dihadapkan dalam keadaan sulit. Kita akan dengan mudah melewatinya. Agar supaya semuanya berjalan lancar tentunya kita harus tetap fokus dan percaya kita bisa melewatinya. Menahan diri tidak akan membuat kita dirugikan justru Menahan diri memiliki manfaat yang besar bila kita mempu menerapkannya dalam kehidupan. 

Tipsnya: Berilah pemahaman kepada diri sendiri bahwa, setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan, dan diantara perjuangannya adalah kesabaran. Dengan demikian jika kita mendapatkan masalah maka segala perbuatan akan dapat terselesaikan dengan penuh kesabaran.(o_O)


bencana: hal yang tidak dinginkan
menahan diri: kesabaran
Lanjutkan Membaca | comments

Sukses itu Mudah

Siang tadi setelah membaca sekilas berita di salah satu koran dalam negeri membuat aku memiliki lebih banyak kebanggaan untuk Indonesia tercinta. Betapa aku terkagum mengetahui begitu banyak keberhasilan yang diperoleh pejuang bangsa demi mengharumkan bangsa melalui perlombaan tingkat Asia tenggara.

Sukses itu mudah

Terbayang olehku jika menjadi salah satu yang turut memberikan kebanggan kepada bangsa ini alangkah senang dan bahagia. Namun sayang, aku belum mampu mewujudkannya. Sangat jauh jika dibandingkan dengan semangat pejuang itu denganku. Aku bahkan tidak memiliki sedikit keberanian untuk menjadi diri sendiri yang bisa dibanggakan.

Melihat "mereka", motivasiku kembali "terisi". Ditambah dengan kalimat yang selesai aku baca "kesuksesan hanya akan datang kepada mereka bekerja keras dalam waktu lama". Disini satu perbedaan lagi aku dengan mereka. Aku kira mereka banyak mengisi waktu denga kerja keras berlatih dan terus berlatih. Sukses itu mudah bagi yang berdedikasi atas keinginannya untuk sukses.

Rumus suksesnya adalah TERUS COBA. COBA TERUS HINGGA BERHASIL.(o_O)
Lanjutkan Membaca | comments

Menjauhkan anak dari permainan kekerasan

Sekarang ini Game sudah menjadi bagian dari kehidupan seorang anak. Bermain Game mendapatkan porsi besar dalam jadwal keseharian anak. Apalagi jika Game yang dimainkan memiliki tema kekerasan.


troubleshooting
Bermain Game


Masalah anak terlalu sering main Game merupakan masalah klasik orangtua. Banyak orangtua mengeluh bahwa anak-anak mereka kecanduan Game. Jika masih cuma kecanduan, itu belum seberapa. Sebagian anak bahkan sampai meniru-niru adegan Game yang penuh kekerasan dan berbahaya. Ada anak yang melompat dari ketinggian untuk belajar terbang, ada yang suka menendang, bahkan ada yang sampai memukuli anak yang lain. Alasannya, “Meniru yang di Game”

Bagaimana pendapat anda soal game yang mengusung tema kekerasan, seperti pukul-pukulan atau tembak-tembakan?


Seperti media hiburan lain seperti film atau komik, Game juga punya rating umur untuk penggunanya.

Jadi selama yang memainkan sudah dewasa atau mengerti bahwa kekerasan dalam Game itu bukan untuk diterapkan di dunia nyata, tidak akan ada masalah. :D

Yang perlu kita pastikan adalah jangan sampai adik-adik kita memainkan Game yang belum cocok dengan umur mereka, salah satunya Game dengan unsur kekerasan.



1. Terlibat Secara Aktif

- Pilih sendiri game yang boleh dimainkan anak kalian, terlebih bagi anak usia masih sangat belia. Cari game yang tidak mengandung unsur kekerasan atau terlalu mendiskreditkan paham-paham tertentu. Bicara dengan orang tua lainnya untuk saling bertukar informasi mengenai game yang layak.

- Selalu disarankan untuk memeriksa rating ataupun deskripsi konten game sebelum menyewa ataupun membelinya.

- Semakin si anak bertambah besar, coba berbicara langsung kepada mereka tentang game yang disuka dan temani mereka saat menyewa atau membelinya.

- Mengatasi keterbatasan kalian terhadap game yang dimainkan sang anak, coba bergabung dengan mereka memainkan gamenya, apalagi bila game tersebut baru bagi mereka dan kalian meragukan konten yang terdapat didalamnya. Perlu diingatkan bahwa semakin lama dimainkan, terkadang baru nampak sisi kekerasan pada sebuah game, sehingga disarankan untuk senantiasa mengawasi perkembangan sang anak dalam game.

- Jika memungkinkan, letakkan PC atau konsol game tersebut di ruangan terbuka pada rumah, sehingga kalian tetap bisa mengawasi secara penuh saat anak kalian bermain game.

- Belilah game yang bisa dimainkan oleh lebih dari satu orang. Lebih bagus lagi bila ada anggota lain dari keluarga yang juga senang memainkan game tersebut.

2. Diskusikan Konten Game

- Bicara langsung dengan sang anak, konten apa saja yang menurut kalian tidak layak dimainkan dan sebutkan alasannya. Semakin beranjak dewasa, banyak anak tertarik untuk mencoba game yang sedikit garang ataupun berpenampilan seksi. Tidak baik bila langsung melarang anak memainkan semua game berkonten demikian, jadi berikan pemahaman mengapa konten game seperti tidak baik bagi anak seusia mereka.

- Dorong anak untuk berpikir secara kritis, dengan memberikan penggambaran singkat terkait kejadian ataupun alur cerita dalam game yang akan berdampak negatif bila benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Saat bermain game dengan anak kalian, berikan penjelasan langsung mengenai isu-isu negatif (stereotype) dalam game, dan bimbing mereka untuk bisa melihat pemahaman yang sama.

- Berikan solusi alternatif bagi sang anak untuk bermain game tanpa menggunakan unsur kekerasan. Ajak mereka untuk berpikir bahwa kekerasan bukan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Sebagai contoh, banyak juga game seru yang bisa dimainkan dengan perencanaan matang atau secara stealth guna menghindari aksi kekerasan.

3. Sarankan Pengaturan Waktu untuk Bermain

- Jangan langsung apriori terhadap efek negatif suatu game dengan melarang sang anak bermain game, karena itu berarti kalian menghalangi anak kalian berinteraksi dengan kehidupan sosialnya, terutama bagi anak laki-laki.

- Buat pengaturan waktu yang ideal bagi sang anak untuk bermain game setiap harinya. Upayakan di waktu-waktu yang luang anda juga bisa turut mengawasinya. Masing-masing keluarga memiliki pengaturan berbeda, ada yang mengharuskan sang anak untuk mengerjakan lebih dahulu PR mereka atau yang hanya memperbolehkan anak untuk bermain game di akhir pekan saja.

- Dalam memberikan pembatasan atau pengaturan waktu bermain bagi sang anak, harap mempertimbangkan bahwa sejumlah game tertentu memiliki tahapan-tahapan atau batas waktu yang harus dicapai sebelum dapat dihentikan (setidaknya selesaikan dulu balapannya hingga Finish Line atau tunggu mereka bisa men-save game tersebut).

4. Tawarkan Anak Lakukan Aktifitas Lain

Langkah selanjutnya adalah menawarkan anak kalian berbagai aktifitas menarik lainnya di luar bermain game. Jika yang hanya di benak anak hanya seputar game, coba hubungkan si anak ke hobi lain berkaitan game kesenangan mereka, misalkan bagi yang hobi game bergenre Fantasy RPG (role-playing game) bisa diarahkan untuk membaca bermacam buku bertemakan fantasi.

Oleh karena itu, disarankan orang-tua dan guru mesti memulai pendidikan terkait di sekolah dasar guna menjauhkan anak-anak dari permainan yang mengandung kekerasan.
Lanjutkan Membaca | comments

Suggestion

More»

Motivasi

More»
 
Copyright © 2011-2012. ANGGABP - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Edited ANGGABP
Proudly powered by Blogger