Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Setiap Kalimat Berdampak Positif atau Negatif Pada Kita

Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda. Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, 

Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan
Kedua, setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena sinar matahari

Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin besar, barang-barangnya semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya. Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya semakin menyusut dan menjadi semakin miskin.

Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, “ Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah. Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak.”

Setiap Kalimat Berdampak Positif atau Negatif Pada Kita

Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, “ Semua ini berkat dua pesan ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang, saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja, sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang.”

Setiap kalimat yang datang kepada diri kita dapat berdampak positif atau negatif kepada diri kita, sesungguhnya pilihannya ditentukan oleh diri kita sendiri. Semua yang datang kepada diri kita, apakah itu negatif atau positif sesungguhnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Yang perlu kita pahami adalah bahwa salah satu kunci keberhasilan hidup kita adalah bagaimana kita dapat mengembangkan pemikiran kearah positif. Pemikiran positif ini mempengaruhi mental dan kemampuan berpikir positif seseorang.(*)

Lanjutkan Membaca | comments

Mengakui Kekuatan Anda

Pertimbangkan cerita ini:
Seorang pembawa air di Cina memiliki dua pot besar tergantung di ujung tiang, yang dibawa di lehernya. Salah satu pot memiliki celah di dalamnya, sedangkan pot lain itu sempurna.

Mengakui Kekuatan Anda

Pada akhir perjalanan panjang dari sungai ke rumah, pot yang sempurna akan selalu penuh dengan air, tetapi pot retak akan tiba hanya penuh setengah.

Selama dua tahun, ini berlangsung setiap hari, dengan pembawa memberikan hanya satu setengah pot air ke rumahnya. Tentu saja, pot yang sempurna bangga dengan prestasinya. Tapi pot miskin dan retak merasa malu ketidaksempurnaan sendiri dan menyedihkan itu mampu menyelesaikan hanya setengah dari apa yang telah dilakukan untuk melakukan.

Setelah dua tahun kegagalan pahit dirasakan, pot retak berbicara pada hari pembawa air satu per satu ke sungai. "Aku malu pada diriku sendiri, karena ini retak pada sisi saya menyebabkan air bocor keluar sepanjang perjalanan kembali ke rumah anda."

Pembawa pot menjawab, "Apakah anda melihat bahwa ada beberapa bunga di sisi jalan anda , namun tidak pada sisi pot lain? Itu karena aku selalu tahu tentang kekurangan anda, jadi saya menanam bibit bunga di sisi anda, dan setiap hari sementara kita berjalan pulang, anda menyiramnya Selama dua tahun, saya telah dapati bunga-bunga ini indah.. Tanpa anda, tidak akan ada keindahan dan keanggunan di rumah ini."

Pikirkan tentang apa yang membuat anda unik di dunia ini! Apa yang anda anggap sebagai kelemahan yang mungkin terlihat oleh orang lain sebagai Aset. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kekuatan mereka. Terlepas dari seberapa buruk anda mungkin berpikir diri anda sendiri, anda istimewa, unik dan salah satu yang terbaik. Mengakui kekuatan anda, percaya pada kemampuan anda dan berhasil dalam hidup.

Hampir setiap orang yang anda temui merasa dirinya lebih unggul dari anda dalam beberapa cara, dan cara pasti untuk memenangkan hati seseorang adalah untuk membiarkan dia menyadari bahwa dengan beberapa cara yang halus. Setidaknya anda mengakui pentingnya dia di dunia kecilnya, dan mengakui dengan tulus.(*)
Lanjutkan Membaca | comments

Kelebihan Cermin Kaca

Entah apa yang terjadi hari ini begitu menyebalkan. Dimulai bangun kesiangan, hampir telat mengikuti kegiatan yang memang terjadwal pagi hingga pengalaman-pengalaman yang membosankan. Hampir setiap orang pernah mengalami seperti ini. Pagi hari yang seharusnya bangun dengan semangat penuh malah justru dilakukan dengan awal yang tidak menyenangkan. Semua motivasi itu dihabiskan oleh sang pagi yang merebut itu semua. Rasanya tak ingin menjalani hari ini. Sayangnya, aku tidak seperti itu. Selalu ada motivator buatku.

Gambar ini ibarat dibalik Sosok Lembut terdapat Sosok Pemberani

Apakah kamu memiliki cermin di kamarmu? Aku punya satu. Sangat beruntung aku mempunyai cermin. Selain sebagai alat "pembantu" untuk memperindah diri cermin mempunyai fungsi lain, yaitu sebagai Teman bicara. Setiap bangun pagi aku selalu mengajak bicara cermin milikku. Jangan kamu kira aku tidak "waras", aku cukup waras. Pertanyaan yang akan kamu ajukan pasti seperti ini "Ngapain coba? Kebiasaan aneh!".

Taukah kamu, Presiden Barrack Obama yang begitu lihai berbicara didepan public dulunya seorang yang sama sekali tidak memiliki keberanian untuk bertatap muka dengan orang. Bagaimana beliau bisa seperti sekarang ini itu karena Cermin kaca yang ada didekatnya selalu diajak bicara. Pembicaraan yang seperti apa yang dilakukannya? Apa saja. Jika kamu ingin mencoba, mulai dari pembicaraan "asal-asalan". Bisa saja kamu curhat tentang seorang wanita yang kamu sukai, ataupun membicarakan tentang impianmu.

Mulai lakukan dan jadikan kebiasaan. Nantinya kamu akan sangat berterima kasih kepada Cermin kaca yang menjadi teman bicaramu. Cermin kaca akan selalu mengingatkan akan dirimu yang Hebat. Kamu akan mengenali dirimu sebagai sosok yang percaya diri, kamu yang penuh dengan semangat untuk mewujudkan impian. Kenali dirimu sebelum kamu mengenali diri selain kamu, akan sangat merugi jika kamu mengabaikan sosok pribadi yang hebat seperti dalam dirimu. (o_O)
Lanjutkan Membaca | comments

Serba Pas-pasan


Suatu ketika, seorang calon menantu ditanya oleh calon mertuanya dengan sebuah pertanyaan standart "Uji kelayakan", apakah ini anak pantas untuk bersanding dengan putrinya:

"Apakah nak Badu sudah bekerja? Berapa gajinya?" dengan tangkas, Badu pun menjawab, "Bu, saya sudah mempunyai pekerjaan tetap disebuah perusahaan bonafid. Posisi saya sebagai Manager dan bergaji 3 juta rupiah per bulan"

Bagi anda, jawaban ini pasti akan memperkuat keputusan sang ibu mertua untuk menikahkan putrinya dengan Badu. Namun, perkiraan anda salah. Justru lantaran jawaban tersebut lamaran Badu ditolak mentah-mentah.

Dengan penasaran, Badu pun bertanya "Bu, apa alasan menolak lamaran saya? Bukankah setiap orangtua mendambakan seperti yang sudah saya miliki sekarang?" Sang ibu calon mertua pun menjawab,"Nak Badu, maaf ya, putri ibu tanpaknya lebih pantas dengan calon suami yang bukan memiliki pekerjaan tetap, tapi "TETAP BEKERJA" serta bukan berpenghasilan tetap 3 juta rupiah setiap bulan, tetapi berpenghasilan "PAS-PASAN". "Maksudnya, kalau mau beli mobil, pas ada duitnya; kalau mau beli rumah, pas ada duitnya; dan kalau mau pergi haji, pas ada duitnya" jelas sang calon ibu mertua. (Going To Be The Richest)
Lanjutkan Membaca | comments

Suggestion

More»

Motivasi

More»
 
Copyright © 2011-2012. ANGGABP - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Edited ANGGABP
Proudly powered by Blogger